Jejakperintis || Pemerintah Kota Tomohon terus menegaskan komitmennya dalam mendorong peran strategis perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring, saat membawakan sambutan pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Kota, yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Kota Tomohon, Jumat (12/12/2025), bertempat di Hotel Grand Master Tomohon.
Dalam sambutannya, Edwin Roring menekankan bahwa potensi perempuan merupakan aset nasional yang sangat berharga dan harus terus dikembangkan guna menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan nasional maupun daerah. Menurutnya, seiring perkembangan zaman, perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan, hak, serta kesempatan yang setara untuk berkreasi, bekerja, dan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.
“Di sisi lain, perempuan juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan sebagai warga negara. Karena itu, pembangunan harus memastikan adanya keadilan dan keseimbangan peran,” ujar Edwin Roring.
Lebih lanjut, Sekdakot menjelaskan bahwa secara teoritis perempuan memiliki tiga peran penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan. Pertama, peran reproduktif, di mana perempuan memiliki fungsi kodrati seperti hamil, melahirkan, menyusui, serta merawat dan membesarkan anak dalam keluarga. Kedua, peran produktif, yakni keterlibatan perempuan dalam berbagai profesi dan kegiatan ekonomi yang menghasilkan jasa maupun pendapatan. Ketiga, peran sosial, di mana perempuan berkontribusi membantu masyarakat dan lingkungan sekitar, sering kali tanpa imbalan.
“Ketiga peran ini harus dipahami sebagai kekuatan, bukan sebagai beban. Untuk itu, pemerintah terus mendorong organisasi perempuan di Kota Tomohon agar terlibat aktif dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Edwin Roring menambahkan, keterlibatan aktif perempuan sangat penting dalam mewujudkan Kota Tomohon yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. Ia berharap melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, perempuan Tomohon mampu mengambil peran secara optimal, seimbang, dan berkeadilan di berbagai sektor pembangunan.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi wadah koordinasi yang baik dan bermanfaat, sehingga peran perempuan di Kota Tomohon semakin produktif, visioner, dan berpikiran maju,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala DP3AD Kota Tomohon, Masnah Pioh, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jangkauan layanan serta jejaring lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan, guna mendorong terwujudnya pembangunan yang berkeadilan gender di seluruh aspek kehidupan.
“Baik di bidang ekonomi, politik, sosial, maupun hukum, pembangunan harus memastikan perempuan mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara,” jelas Pioh.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan perempuan yang berdaya, mandiri, dan mampu berkontribusi penuh dalam pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas dan jejaring layanan, diharapkan isu-isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat ditangani secara lebih efektif dan terintegrasi.
“Peserta diharapkan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh demi mencapai tujuan utama, yaitu terciptanya perempuan yang mandiri, berdaya, dan aktif berperan dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, antara lain Sekretaris Dinas DP3AD Provinsi Sulawesi Utara, perwakilan Polres Tomohon, serta pemerhati perempuan. Turut hadir pula unsur pemerintah daerah, meliputi kepala puskesmas, camat, lurah, pekerja sosial, serta unsur Polres yang menangani Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).






