TOMOHON, JEJAKPERINTIS.COM – Penataan jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon mulai memasuki tahapan penting. Sebanyak 24 pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama) mengikuti seleksi uji kompetensi, sementara tiga pejabat lainnya menjalani evaluasi kinerja.
Tahapan tersebut berlangsung melalui kegiatan Seleksi Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja JPT Pratama Pemerintah Kota Tomohon yang dibuka Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar, di Gedung CAT BKPSDMD Kota Tomohon, Selasa (10/3/2026).
Seleksi ini menjadi bagian dari proses penataan birokrasi Pemkot Tomohon, khususnya untuk memastikan pejabat yang menduduki posisi strategis benar-benar memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai kebutuhan organisasi.
Sendy menegaskan, job fit dan evaluasi kinerja bukan sekadar tahapan administratif. Proses tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel serta menerapkan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara.
Menurutnya, posisi pimpinan tinggi memiliki peran strategis dalam menggerakkan organisasi perangkat daerah. Karena itu, pejabat yang dipilih harus memiliki kompetensi, integritas, kemampuan kepemimpinan serta kapasitas berinovasi menghadapi tantangan pembangunan.
“Melalui kegiatan job fit ini, memastikan bahwa penempatan pejabat benar-benar sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan potensi yang dimiliki,” ujar Sendy.
Bukan Sekadar Formalitas
Pemkot Tomohon menegaskan proses tersebut tidak boleh dipandang sebagai formalitas untuk mengisi atau mempertahankan jabatan.
Sebaliknya, hasil uji kompetensi dan evaluasi kinerja diharapkan menjadi dasar objektif dalam menentukan penempatan maupun keberlanjutan jabatan para pejabat JPT Pratama.
Prinsip “the right man on the right place” menjadi salah satu poin penting yang ditekankan pemerintah.
Artinya, setiap pejabat diharapkan ditempatkan pada posisi yang benar-benar sesuai dengan kompetensi, pengalaman, potensi dan kebutuhan organisasi.
“Proses ini bukanlah sekadar formalitas administratif, tetapi merupakan bagian dari komitmen kita bersama untuk membangun birokrasi yang adaptif, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil,” tegas Sendy.
Ada Pejabat yang Dievaluasi Setelah Lima Tahun
Selain uji kompetensi, Pemkot Tomohon juga melakukan evaluasi terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama yang telah menduduki jabatan selama lebih dari lima tahun.
Evaluasi tersebut mencakup kesesuaian kompetensi, capaian kinerja serta kontribusi pejabat dalam mendukung program dan kebijakan pemerintah daerah.
Dengan mekanisme ini, pemerintah ingin memastikan keberlanjutan jabatan tidak hanya didasarkan pada masa kerja atau pertimbangan administratif, tetapi juga pada kinerja dan kebutuhan organisasi.
Pansel Libatkan Akademisi hingga Pejabat Pemprov
Proses seleksi melibatkan panitia seleksi yang terdiri dari Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring sebagai ketua.
Kemudian Inspektur Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Kumendong sebagai sekretaris, serta anggota yang terdiri dari akademisi Ferry Daud Liando, Kakaskasen Roeroe, dan Gerardus Mogi.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi tidak hanya melibatkan unsur internal Pemerintah Kota Tomohon, tetapi juga menghadirkan unsur eksternal dan akademisi.
Hasil dari seluruh tahapan ini nantinya diharapkan mampu menghasilkan penataan birokrasi yang lebih objektif sekaligus memperkuat kinerja perangkat daerah.
Bagi Pemkot Tomohon, penataan jabatan bukan sekadar soal siapa yang menduduki kursi tertentu, tetapi bagaimana setiap posisi strategis diisi oleh figur yang mampu bekerja, berinovasi dan menghasilkan kinerja nyata bagi masyarakat.
(JP)






