JEJAKPERINTIS–Pemerintah Desa Towuntu Timur, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun Anggaran 2025, Senin (7/7/2025).
Dikatakan Hukum Tua Desa Towuntu Timur Michael Kandou SST Par
penyaluran BLT Dandes Tahun 2025 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merupakan alokasi penyaluran Tahap I dan II atau dengan kata lain, untuk periode Bulan Januari-Juni.

“Total ada 14 KPM yang menerima BLT, jumlah ini sesuai dengan hasil musyawarah desa dan ditetapkan dalam forum resmi. Bersyukur BLT sudah bisa tersalur bagi penerima,” ungkap Hukum Tua Michael Kandou SST Par, di sela kegiatan penyaluran di Kompleks Kantor Bank Sulutgo, Kantor Pemkab Mitra.
Sembari menambahkan bahwa proses penetapan penerima telah dilakukan secara transparan, berdasarkan verifikasi dan musyawarah desa, guna memastikan bahwa hanya warga yang benar-benar layak yang menerima bantuan.

“Kami tidak ingin ada kesalahan dalam penyaluran. Data sudah diverifikasi dengan baik dan penerima adalah warga yang benar-benar terdampak dan membutuhkan,” jelasnya.
Selain menjangkau penerima yang memiliki kemampuan untuk mengambil BLT secara langsung.
Hukum Tua Michael Kandou bilang, pihaknya pun menyerahkan BLT kepada masyarakat penerima yang memiliki keterbatasan fisik dikarenakan dalam keadaan sakit.
“Ini bentuk komitmen kami Pemdes Towuntu Timur manakala menyalurkan bantuan secara tunai dan terbuka. Proses penyaluran melibatkan aparat desa, BPD, serta unsur pengawasan dari kecamatan untuk menjamin akuntabilitas,” terangnya.

Menurutnya, BLT merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat yang dilanjutkan oleh pemerintah desa untuk membantu masyarakat mengatasi tekanan ekonomi, terutama dalam menghadapi tantangan pasca-pandemi dan naiknya kebutuhan hidup.
Olehnya, Michael Kandou berharap, masyarakat penerima BLT dapat menggunakan bantuan ini sebaik mungkin untuk kebutuhan pokok, serta mendukung stabilitas sosial ekonomi di lingkungan desa
“Semoga bantuan ini bermanfaat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, terutama bagi yang warga rentan miskin dan kurang mampu,” pungkasnya. (red)