BeritaMinahasa Tenggara

Lewat Dana Desa, Pemdes Liwutung Komit Jamin Kesehatan Masyarakat Plus Topang Visi Indonesia Emas 2045

723
×

Lewat Dana Desa, Pemdes Liwutung Komit Jamin Kesehatan Masyarakat Plus Topang Visi Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

JEJAKPERINTIS.ID–Pemerintah Desa Liwutung di Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Melalui berbagai layanan kesehatan berbasis komunitas, desa ini secara rutin menyelenggarakan kegiatan Posyandu dan Posbindu yang menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, hingga lansia dan remaja.

Hukum Tua Desa Liwutung Altje Meiny Lombok, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan setiap bulan sebagai bentuk upaya preventif dan promotif pemerintah desa dalam menjaga kesejahteraan warganya. Upaya ini terwujud berkat alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

“Kami terus berkomitmen untuk menjaga masyarakat tetap sehat. Salah satu langkah pentingnya adalah memberikan asupan nutrisi yang cukup serta memonitor tumbuh kembang balita, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat krusial,” ucap Hukum Tua Meiny, di sela kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Liwutung, belum lama ini.

“Bersyukur secara bertahap namun berkelanjutan, masyarakat Desa Liwutung dapat merasakan manfaat atas kehadiran dana desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat ke daerah,” katanya lagi.

Menurutnya, kegiatan pelayanan kesehatan di Desa Liwutung dapat dikategorikan dalam berbagai jenis masing-masing Posyandu, Posbindu hingga lansia. Jadwal pelaksanaannya pun disusun secara sistematis biar pelayanan maksimal.

“Semua disasar, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita sampai dengan anak remaja. Tentunya juga mencakup kalangan lansia. Masyarakat mendapat perhatian penuh terkait kesehatannya. Ada juga pemberian makanan tambahan. Dalam pelaksanaannya kami menggandeng tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Pasan, kader kesehatan desa serta ibu-ibu PKK untuk memberikan pelayanan,” jelas Hukum Tua Meiny.

Selain pemeriksaan kesehatan rutin, setiap posyandu juga memberikan penyuluhan gizi, imunisasi dasar lengkap bagi balita, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, serta pemantauan tekanan darah dan penyakit tidak menular bagi lansia.

Tak pelak, langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Keaktifan warga mengikuti jadwal pelayanan tiap bulan mencerminkan kesadaran yang makin tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari strategi kami untuk memastikan generasi mendatang bebas dari stunting dan memiliki kualitas hidup yang baik,” tegasnya.

Kegiatan kesehatan yang dilakukan di desa ini menjadi contoh bagaimana pemerintah desa dapat mengambil peran strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera, sejalan dengan program nasional penanggulangan stunting. Sekaligus menyukseskan program pemerintah mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.(red)

width="120" height="600"/>