Tomohon

Pemkot Tomohon Perkuat Komitmen Zero Waste, Fokus Pengelolaan Sampah Terintegrasi

×

Pemkot Tomohon Perkuat Komitmen Zero Waste, Fokus Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Sebarkan artikel ini

Jejakperintis.com – Pemerintah Kota Tomohon terus memperkuat komitmen menuju pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pelaksanaan Workshop Zero Waste Lifestyle for Tomohon City. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan kebijakan dan aksi nyata untuk mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan sehat.

Wali Kota Tomohon Caroll J. A. Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy G. A. Rumajar menghadiri langsung workshop yang digelar di Command Center Pemerintah Kota Tomohon. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy (ASUS) Phase II yang berkolaborasi dengan UN-Habitat.

Dalam forum tersebut, berbagai strategi dibahas untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah secara terintegrasi, mulai dari penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga optimalisasi peran masyarakat dalam menerapkan gaya hidup minim sampah (zero waste lifestyle).

Wali Kota Caroll Senduk menegaskan bahwa tantangan urbanisasi modern, termasuk pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim, menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, persoalan sampah, sanitasi, dan akses air bersih menjadi isu penting yang harus ditangani secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan.

Data yang dipaparkan menunjukkan timbunan sampah di Kota Tomohon mencapai sekitar 51,6 ton per hari, dengan sekitar 70 persen merupakan sampah organik yang berpotensi diolah melalui program berbasis masyarakat.

Melalui program ASUS tahap II, Pemerintah Kota Tomohon akan memvalidasi City Diagnostic Report dan menyusun City Technical Proposal sebagai dasar arah kebijakan pengelolaan sampah ke depan. Fokus utama diarahkan pada penguatan pengolahan sampah organik melalui program integrated farming, community composting, serta optimalisasi peran bank sampah.

Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga masyarakat. Ia berharap workshop tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat segera diimplementasikan guna mendukung target nasional Indonesia Bebas Sampah 2029.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan. Kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan Tomohon sebagai kota yang tangguh menghadapi tantangan lingkungan,” ungkap Caroll Senduk.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Tomohon, akademisi, peneliti, praktisi lingkungan, serta organisasi non-pemerintah yang berfokus pada isu pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan. Diharapkan melalui workshop ini, lahir inovasi dan langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis kolaborasi menuju masa depan kota yang lebih berkelanjutan.

width="120" height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *