Jejakperintis.com – Kekayaan budaya Sulawesi Utara kembali mencuri perhatian publik nasional. Tarian perang khas Minahasa, Tari Kabasaran, yang dibawakan kontingen Kota Tomohon sukses memeriahkan ajang Festival Pecinan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan menjadi salah satu penampilan yang paling diminati pengunjung.
Keikutsertaan Kota Tomohon dalam festival budaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan warisan seni tradisional kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah di tingkat nasional. Dalam penampilannya, para penari Kabasaran tampil penuh energi dengan kostum merah khas prajurit Minahasa serta gerakan dinamis yang menggambarkan keberanian dan semangat juang leluhur.
Festival Pecinan yang digelar dalam rangka perayaan budaya Tionghoa menghadirkan berbagai atraksi seni dari beragam daerah di Indonesia, seperti barongsai, wushu dance, hingga pertunjukan seni tradisional nusantara lainnya.
Penampilan Tari Kabasaran dari Kota Tomohon bahkan mendapat kesempatan tampil lebih dari satu kali selama rangkaian festival berlangsung. Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya masyarakat yang memadati area pertunjukan serta mengabadikan momen penampilan tersebut.
Tari Kabasaran sendiri merupakan salah satu ikon budaya Minahasa yang kerap ditampilkan dalam berbagai event nasional maupun internasional. Selain sebagai seni pertunjukan, tarian ini juga memiliki makna historis sebagai simbol keberanian para prajurit Minahasa dalam menjaga wilayahnya.
Partisipasi Kota Tomohon dalam Festival Pecinan TMII diharapkan semakin memperluas pengenalan budaya Sulawesi Utara sekaligus memperkuat posisi Tomohon sebagai daerah yang aktif mempromosikan kekayaan tradisi di berbagai panggung nasional.
Melalui momentum ini, Tari Kabasaran tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi budaya yang memperlihatkan keberagaman Indonesia serta mempererat persatuan melalui seni tradisional.






