Jejakperintis.com – Ketua PWI Sulawesi Utara terpilih, Sintya Nidyah Christin Bojoh, menunjukkan respons cepat dengan turun langsung meninjau lokasi terdampak gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Kehadiran pimpinan organisasi pers tertua di Indonesia tersebut menjadi bukti kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak bencana sekaligus dukungan moral bagi para jurnalis yang tengah bertugas di lapangan.
Gempa berkekuatan 7,6 Magnitudo terjadi di perairan Bitung tersebut sempat dirasakan di berbagai daerah. Getaran yang kuat memicu kepanikan warga, bahkan dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa dan luka-luka.
Situasi darurat ini menuntut kehadiran berbagai pihak untuk memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Di tengah suasana duka, Sintya tidak hanya melakukan pemantauan kondisi di lapangan, tetapi juga menyempatkan diri bertemu dengan para wartawan, baik dari media nasional maupun lokal, yang tengah melakukan peliputan di kawasan terdampak bencana.
Pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk memperkuat solidaritas antarinsan pers sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, Sintya menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak langsung oleh gempa. Ia menegaskan bahwa empati dan kepedulian sosial harus menjadi nilai utama, baik bagi masyarakat maupun insan pers.
“Kami turut berbelangsungkawa atas korban yang meninggal dunia dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Kepada para korban luka, kiranya segera diberikan kesembuhan,” ungkapnya dengan penuh keprihatinan.
Lebih lanjut, Sintya menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas jurnalistik, khususnya dalam situasi bencana yang rentan terhadap beredarnya informasi tidak benar. Ia mengajak seluruh wartawan untuk tetap berpegang pada prinsip keberimbangan dan verifikasi fakta dalam setiap pemberitaan.
“Saya berharap rekan-rekan wartawan dapat terus mengawal pemberitaan secara benar dan bertanggung jawab, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi hoaks yang kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, peran media dalam situasi darurat sangat strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penyejuk suasana. Informasi yang disajikan secara akurat dan tidak provokatif dinilai mampu membantu masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.












