Jejakperintis || Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menyebutkan peluang perdagangan karbon serta pentingnya ekonomi hijau dalam diskusi bersama berbagai pihak yang berkaitan dengan investasi global berbasis iklim di Brasil beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikannya didampingi Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI, Stefanus BAN Liow disela-sela diskusi bersama Forkopimda Kota Tomohon, Tokoh Masyarakat, Petani dan Masyarkat adat usai penanaman pohon di Terung LW, Kelurahan Pangolombiaan, Kecamatan Tomohon Selatan, Rabu, (8/4) 2026.
Ketua DPD RI mengungkapkan bahwa dirinya kerap berdiskusi dengan puluhan investor dunia terkait perubahan iklim, termasuk pembahasan konversi partai di Brazil yang berkaitan dengan arah kebijakan lingkungan global.
Menurutnya, sejumlah investor telah mulai masuk ke berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai bentuk kesiapan menghadapi era ekonomi rendah karbon.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menerbitkan regulasi penting melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2025 tentang perdagangan karbon. Regulasi tersebut ditandatangani beberapa bulan setelah Presiden Prabowo Subianto dilantik, sebagai langkah memberikan kepastian arah kebijakan iklim nasional.
“Perpres terkait perdagangan karbon sudah ditandatangani, namun saat ini kita masih menunggu peraturan pelaksana berupa Peraturan Pemerintah (PP) agar implementasinya berjalan optimal,” ujar Sultan Bachtiar Najamudin.
Ia menilai perdagangan karbon menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk menarik investasi internasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Namun demikian, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan agar memahami arah kebijakan tersebut.
Menurutnya, konsistensi merupakan faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi hijau. Ia mengingatkan bahwa hasil besar tidak akan dicapai secara instan, melainkan melalui proses yang dimulai dari langkah kecil namun berkelanjutan.
Selain itu, Ketua DPD RI juga menginisiasi langkah strategis dengan mendorong kunjungan para duta besar ke daerah guna melihat langsung potensi ekonomi lokal. Ia bahkan menyatakan kesiapan memfasilitasi perjalanan khusus menggunakan pesawat carter untuk menghadirkan para perwakilan negara sahabat dalam agenda promosi potensi daerah, termasuk sektor pariwisata berbasis alam seperti festival bunga yang telah dikenal luas.
Menurutnya, jika dilakukan secara konsisten, promosi potensi daerah akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. Kekayaan alam Indonesia, termasuk keindahan bunga dan lingkungan yang asri, dinilai memiliki daya tarik global yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan pentingnya menjaga arah demokrasi yang berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa demokrasi tidak seharusnya hanya berorientasi pada perebutan kekuasaan sesaat, tetapi harus memikirkan masa depan generasi berikutnya.
“Demokrasi harus diarahkan pada keberlanjutan. Bukan hanya tentang kekuasaan hari ini, tetapi bagaimana masyarakat di masa depan tetap dapat merasakan manfaat pembangunan,” tegasnya.












