Tondano, jejakperintis.com – Rawut senyum tak lepas dari wajah seorang warga Kelurahan Rumoong Bawah, ketika jemarinya dengan lincah menunjukkan Aplikasi Mobile JKN yang mewarnai hari-harinya saat melakukan kontrol rutin.
Patricia Sumarauw (35), seorang karyawan swasta yang terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) BPJS Kesehatan, merasakan langsung manfaat transformasi layanan digital melalui Aplikasi Mobile JKN. Sejak tahun 2022 hingga saat ini, Patricia rutin menjalani kontrol kesehatan ke dokter untuk memantau kondisi kesehatannya. Dalam aktivitas tersebut, ia mengaku banyak terbantu dengan berbagai fitur yang tersedia pada Aplikasi Mobile JKN, terutama fitur antrean online yang mempermudah akses pelayanan kesehatan.
Sebelum mengenal Aplikasi Mobile JKN, Patricia kerap menghadapi tantangan yang sama seperti banyak peserta lainnya yakni antrean panjang di fasilitas kesehatan. Semua itu berubah ketika Patricia mulai memanfaatkan fitur antrean online di Aplikasi Mobile JKN.
“Sekarang sudah tidak perlu bangun dari pagi lagi untuk mendapatkan antrean. Cukup dari rumah atau dari tempat kerja saja, saya bisa jadwalkan kontrol ke dokter. Sebagai karyawan swasta yang memiliki keterbatasan waktu, saya sangat dipermudah,” ungkap Patricia, Selasa (05/05).
Menurut Patricia, kemudahan tersebut memberikan dampak besar bagi dirinya karena dapat menghemat waktu dan tenaga. Ia juga merasa lebih nyaman karena pelayanan kesehatan menjadi lebih tertata dan terjadwal. Tidak hanya membantu dalam proses antrean, Patricia menilai Aplikasi Mobile JKN juga menghadirkan berbagai informasi kesehatan yang lengkap dan transparan bagi peserta JKN.
Selain fitur antrean online, Patricia juga mengaku terkesan dengan kelengkapan fitur lain yang tersedia dalam satu genggaman. Menurutnya, Aplikasi Mobile JKN bukan sekadar alat untuk mengambil nomor antrian, melainkan pusat informasi kesehatan yang sangat transparan. Salah satu yang menurutnya sangat membantu adalah fitur info Ketersediaan Tempat Tidur.
“Kadang kita khawatir kalau harus dirujuk ke rumah sakit, apakah kamarnya ada atau penuh. Lewat aplikasi ini, kita bisa cek kapasitas kamar secara real-time. Jadi tidak perlu tebak-tebak atau jauh-jauh datang ke RS hanya untuk bertanya, semuanya sudah tertera jelas,” jelasnya.
Patricia juga menilai bahwa kehadiran Aplikasi Mobile JKN merupakan bentuk inovasi pelayanan yang sangat membantu masyarakat, khususnya peserta JKN yang memiliki aktivitas padat. Berbagai layanan administrasi dan informasi kesehatan kini dapat diakses kapan saja dan di mana saja hanya melalui satu aplikasi.
Di akhir perbincangan, Patricia mengajak masyarakat dan peserta JKN lainnya untuk segera mengunduh dan memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN agar dapat menikmati berbagai kemudahan layanan yang tersedia. Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan digital dalam aplikasi tersebut dapat digunakan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun.
“Semua layanan di Aplikasi Mobile JKN itu gratis. Saya sangat bersyukur adanya Program JKN ini, benar-benar menjadi sandaran saat saya membutuhkan perlindungan kesehatan,” tutup Patricia.(*/HerieS)












