BeritaDaerahMinahasa

Calon Juara…, Desa Tumaratas Masuk 4 Besar Tingkat Nasional pada Lomba Desa Aman Pangan 2026

×

Calon Juara…, Desa Tumaratas Masuk 4 Besar Tingkat Nasional pada Lomba Desa Aman Pangan 2026

Sebarkan artikel ini

LANGOWAN BARAT, jejakperintis.com — Hukum Tua Desa Tumaratas Djendri Rondonuwu mengikuti Tahapan Wawancara dalam ajang Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Manado, melalui Zoom meeting, Bertempat di Kediaman Hukum Tua Tumaratas, Selasa (12/5/2026).

Keikutsertaan Hukum Tua Desa Tumaratas, Rondonuwu, yang didampingi Camat Langowan Barat Donald Lumingkewas mengikuti rapat secara zoom sebagai wakil Minahasa dalam Lomba Desa Aman Pangan tingkat Nasional 2026. Desa Tumaratas bersama 4 desa lain dari seluruh Indonesia akan bersaing untuk dipilih menjadi satu-satunya pemenang lomba tersebut.

Hal ini dikarenakan Pemerintah Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat, terus menunjukkan komitmennya membangun desa yang maju, sehat, inovatif, dan mandiri.

Pada kesempatan ini, Hukum Tua Desa Tumaratas, Djendrie Rondonuwu, dalam pemaparannya menegaskan bahwa program Desa Aman Pangan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pangan di desa.

Foto: Zoom meeting Lomba Desa Aman Pangan tahun 2026, di Tumaratas.

Menurutnya, Desa Tumaratas yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil hortikultura di Kabupaten Minahasa, terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat dan aman.

“Karakter Desa Tumaratas sebagai daerah penghasil hortikultura menjadi alasan penting bagi kami untuk terus memperkuat program desa aman pangan. Ini menyangkut kesehatan masyarakat dan kualitas hasil pertanian desa,” ujar Rondonuwu.

Ia juga memaparkan berbagai capaian Pemerintah Desa Tumaratas, mulai dari menjadi salah satu desa tercepat dalam realisasi Dana Desa hingga membangun sinergi bersama Balai Besar BPOM di Manado dalam edukasi serta pengawasan pangan di desa.

Tak hanya fokus pada sektor pangan, Desa Tumaratas juga terus berkembang melalui berbagai inovasi berbasis teknologi yang mendukung kemajuan desa dan peningkatan potensi masyarakat.

Selain itu, potensi wisata alam Desa Tumaratas turut menjadi perhatian. Keindahan alam desa dinilai memiliki peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis desa.

Sementara itu, Ketua Tim Program Nasional Keamanan Pangan, Yosika Tandilolo, menjelaskan bahwa Desa Tumaratas merupakan salah satu desa binaan BPOM yang berhasil menembus tahapan nasional setelah mendapat intervensi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman pada tahun 2025 lalu.

“Program desa pangan aman ini merupakan program nasional BPOM. Desa-desa yang sudah diintervensi kemudian diikutkan dalam lomba tingkat nasional. Puji Tuhan, Desa Tumaratas berhasil lolos hingga 4 besar regional Timur bersama beberapa desa lainnya,” jelas Tandilolo.

Ia menambahkan, program tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk keberlanjutan edukasi keamanan pangan di desa agar masyarakat mampu memahami, menerapkan, dan menjamin keamanan pangan secara mandiri.

“Kami berharap program ini bisa direplikasi ke desa-desa lain di Kecamatan Langowan Barat bahkan Kabupaten Minahasa,” tambahnya.

Camat Langowan Barat, Donald Lumingkewas, S.Pt., MAP., turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa atas dukungan penuh terhadap program tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP., dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS., yang terus mendorong kemajuan desa hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami berharap Desa Tumaratas bisa menjadi juara nasional Desa Aman Pangan. Tentunya keberhasilan ini akan memberikan dampak positif bagi seluruh desa di Kecamatan Langowan Barat bahkan Kabupaten Minahasa,” ujar Lumingkewas.

Kegiatan zoom meeting itu diikuti BPOM RI, BPOM Manado, Camat Langowan Barat, Hukum Tua, sekretaris desa, kader desa, Kepala Puskesmas drg. Recky Lalujan, penyuluh pertanian Michael Rindengan, serta berbagai unsur terkait lainnya dengan penuh antusias.

Keikutsertaan Desa Tumaratas dalam ajang nasional ini menjadi bukti bahwa desa di Minahasa mampu tampil sebagai contoh pembangunan desa berbasis kesehatan, inovasi, dan ketahanan pangan yang berdaya saing di tingkat nasional.(HerieS)

width="120" height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *