LANGOWAN BARAT,jejakperintis.com — Penyebaran Penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui virus dengue lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti, belakangan ini sangat memguatirkan, dengan adanya kasus yang menyebabkan kematian di salahsatu desa di kecamatan Langowan Barat.
Kasus DBD diawal tahun ini, dikabarkan telah menyebabkan seorang pelajar didesa Noongan 3 telah meninggal dunia karena menderita penyakit DBD. Dan kabarnya juga masih ada kasus yang sama mengarah pada demam berdarah yang menyebabkan seorang pelajar dirawat di RS Terdekat di desa Noongan 2.
Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Tumaratas Drg.Recky Lalujan, kepada Media ini saat dihubungi mengatakan, “Sekarang kita ada di musim pancaroba, musim di mana curah hujan meningkat. Saat curah hujan meningkat ada satu masalah kesehatan yang bisa muncul yaitu DBD,”kata Lalujan, Minggu (31/126).

Dijelaskannya Apa itu DBD, Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
“Penyakit ini umum di daerah tropis, menyerang semua umur baik anak dan dewasa. Gejalah DBD menyebabkan demam tinggi mendadak (40°C), nyeri sendi/otot, tangan kaki terasa dingin, sakit uluh hati,dan ruam. Tanpa penanganan cepat, DBD dapat menyebabkan perdarahan, syok, hingga kematian,”jelasnya.
Lanjut Dia, Tindakan yang bisa dilakukan untuk pertolongaan pertama, pasien di beri minum sebanyak banyaknya mencegah dehidrasi, di beri obat demam Paracetamol, dan segera berkunjung ke puskesmas atau Rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Di Puskesmas ada pemeriksaan (Pemeriksaan NS1) yang membantu pemeriksaan awal deteksi virus, sehingga bisa memberikan penangan yang cepat kepada pasien, “terangnya.
Lalujan juga mengingatkan pada masyarakat tidak perlu takut dan panik mendengar DBD, DBD bisa di cegah dengan PSN Pemberantasan Sarang nyamuk adalah Kunci Utama ujung tombak Pencegahan DBD yg tepat. PSN secara eefktif dilakukan dengan Gerakan 3M Plus .
3M plus yaitu:
1.Menguras bak dan penampungan air
2.Menutup rapat penampuan air. 3.Mendaur ulang barang bekas.
PLUS , Memakai lotion anti nyamuk, pasang kelambu/kawat kasa ventilasi, pelihara ikan pemakan jentik dikolam, dan jangan gantung pakaian sembarangan.
PSN akan efektif bila dilakukan secara,rutin teliti berkelanjutan dan gotong royong oleh semua warga masyarakat, intinya kita fokus pada pemberantasan jentik.
Fogging hanya tindakan darurat saat ada kasus, tapi tidak membunuh jentik jentik nyamuk, “pinta Kepala Puskesmas Tumaratas ini, sembari berpesan Ayo kita bersama Lindungilah keluarga kita dari DBD, dan yakin kita semua bisa.
Dengan terjadinya kasus DBD di langowan barat maka pemerintah kecamatan Langowan Barat dan pemerintah desa dan UPT Puskesmas Tumaratas, beberapa waktu yang lalu telah melakukan pencegahan penyebaran virus demam berdarah dengan turun langsung ke lingkungan yang terdampak dengan memeriksa lingkungan yang tersebut, dan juga telah melakukan penyemprotan fogging dilingkungan terdampak dengan radius ratusan meter dari lokasi terdampak.
(HerieS)






