BeritaBitungBolmong RayaDaerahManadoMinahasaMinahasa SelatanMinahasa TenggaraMinahasa UtaraNusa UtaraTomohonUTAMA

Saatnya Berubah, Wartawan Senior Titip Harapan pada Sintya Bojoh

×

Saatnya Berubah, Wartawan Senior Titip Harapan pada Sintya Bojoh

Sebarkan artikel ini

Wartawan Senior Nilai Sintya Bojoh Bawa Semangat Perubahan di PWI Sulut

Jejakperintis.com – Munculnya figur perempuan Sintya Nidya Christin Bojoh sebagai kandidat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian serius dari kalangan wartawan senior. Kehadirannya dinilai membawa harapan baru bagi perubahan dan pembaruan organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia tersebut.

Sejumlah jurnalis senior menilai momentum pemilihan Ketua PWI Sulut periode mendatang menjadi kesempatan penting untuk mengembalikan marwah organisasi, sekaligus memperkuat solidaritas serta profesionalisme anggota.

Wartawan senior Sulut, Raramenusa Makagiansar, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan perubahan di tubuh PWI Sulut sudah lama dirasakan banyak anggota. Menurutnya, organisasi membutuhkan figur pemimpin yang mampu menghadirkan semangat baru dan memperbaiki berbagai hal yang selama ini menjadi catatan internal.

“Kita menaruh harapan besar pada figur-figur yang membawa aura perubahan. Banyak teman yang mengeluhkan kepemimpinan saat ini. Dan masih ada lagi pimpinan yang saat ini mencalonkan diri. Jelas tidak ada perubahan jika nantinya masih mereka-mereka yang memimpin PWI,” ujar Raramenusa, yang akrab disapa Ram.

Ia menegaskan bahwa organisasi profesi seperti PWI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas dan kualitas jurnalisme. Oleh karena itu, kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan anggota dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap profesi wartawan.

Pandangan senada disampaikan wartawan senior lainnya, Herly Umbas. Ia menilai Sintya Bojoh memiliki potensi untuk mengakomodasi kepentingan anggota secara lebih inklusif, termasuk memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak wartawan yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi.

“Sebagai ibu, Sintya pasti memperlakukan para wartawan, bukan saja yang masuk DPT dalam pemilihan nanti, tetapi juga wartawan-wartawan yang sempat terdaftar di PWI dan jurnalis-jurnalis pendatang baru,” kata Herly, yang sebelumnya dikenal sebagai wartawan Harian Manado Post dan kini aktif di media online.

Menurut Herly, organisasi profesi harus mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh wartawan, baik yang telah lama berkiprah maupun generasi baru yang sedang membangun karier di dunia jurnalistik.

Dukungan dari para wartawan senior ini menunjukkan adanya harapan besar terhadap hadirnya kepemimpinan yang lebih terbuka, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di tengah dinamika industri media yang terus berkembang pesat.

Baik Raramenusa Makagiansar maupun Herly Umbas diketahui pernah tercatat sebagai anggota PWI Sulawesi Utara dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Biasa. Pengalaman panjang mereka di dunia jurnalistik menjadi salah satu alasan kuat munculnya dorongan perubahan demi menjaga eksistensi dan kredibilitas organisasi.

Masuknya Sintya Bojoh sebagai kandidat perempuan juga dinilai menjadi catatan penting dalam sejarah PWI Sulut, karena menghadirkan perspektif baru dalam kepemimpinan organisasi profesi wartawan. Banyak pihak berharap momentum ini dapat membawa energi positif sekaligus memperkuat peran PWI sebagai wadah profesional yang menjunjung tinggi etika jurnalistik, kompetensi, serta solidaritas antarwartawan.

width="120" height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *