DaerahMinahasaPemerintahan

Tangis Sedih Iringi Kepergian Lio Commettie, Pelajar SD GMIM Noongan, Korban Demam Berdarah

×

Tangis Sedih Iringi Kepergian Lio Commettie, Pelajar SD GMIM Noongan, Korban Demam Berdarah

Sebarkan artikel ini

LANGOWAN, jejakperintis.com– Ratusan pelayat baik keluarga dekat, teman sekolah dan simpatisan yang ada memenuhi rumah duka keluarga Commettie-Raranta, sepeninggal Adik Alvandqee Aprilio Commettie.

Putra tercinta dari pasangan Andher Commettie dan Vhyka Raranta tersebut menghembuskan nafas usai ditanggani disalahsatu rumah sakit di Manado, pada Kamis 22 Januari 2026.

Keluarga yang ditinggalkan Lio, sapaannya, pelajar SD GMIM Noongan ini, Meninggal setelah didiagnosa menderita penyakit demam berdarah.

Duka yang melanda keluarga dan teman-teman dekatnya ini, terasa saat ibadah pemakaman dimulai, pada Sabtu (24/1/2026). Dirumah keluarga yang ada di Desa Noongan 3 Kecamatan Langowan Barat.

“Cukup adik Aprilio yang menjadi begini terbaring meninggalkan kita karena demam berdarah, “Ujar para orang tua yang mengikuti ibadah pemakaman ini, dengan tangis penuh kesedihan.

Langkah pengiring jenasah pun terlihat pelan nan penuh kesedihan saat mengantar jenazah ke sekolah Adik Aprilio menambah ilmu di SD GMIM Noongan, saat disambut rekan-rekannya dengan lantunan Drumband yang dibawahkan sesama teman Drumband di sekolahnya.

Tangis pun pecah saat Kepala Sekolah SD GMIM Noongan Adri Poluan S.Pd memberikan sambutan saat jenasah lio, diantar masuk di halaman sekolah tempat biasanya Ia memimpin teman-temannya saat Upacara Bendera, namun kini menjadi Upacara Pemakaman untuk Lio.

Foto: Jenasah Aprilio Commettie di antar ke Sekolahnya di SD GMIM Noongan.

“Lio sudah lulus, Lio sudah disediakan tempat oleh Tuhan Yesus di surga, ” Ujar kepala sekolah Adri Poluan dengan tangis sedih.

Semua pun dibawah ke suasana hening, ketika mendengarkan sambutan kepala sekolah dari adik Lio, terlihat tangis teman-teman Lio yang bersiap melepas teman mereka Lio ke lokasi pemakaman, usai sambutan dari kepala sekolah.

Saat para pengantar jenasah akan membawah jenasah ke pemakaman, kepergiannya diiringi dengan lantunan musik Drumband oleh teman-temannya saat keluar dari halaman sekolahnya.

Tiba di pemakaman Adik Aprilio didoakan sebelum akhirnya di makamkan di makam keluarga di pekuburan Noongan Dua, disaksikan oleh orang tua dan keluarga besar serta teman-temannya.

Sepeninggal Adik Lio, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Pemerintah kecamatan Langowan Barat dan Pemerintah Desa Noongan 3 menyampaikan Turut berdukacita, “ucap Hukum Tua Denhart J. Walean.

Menanggapi hal ini pihak pemerintah kecamatan bersama pemerintah Desa dan UPT Puskesmas Langowan Barat, langsung melakukan Foging, di radius 100 meter dari rumah korban demam berdarah.

” Kami berpesan bagi seluruh masyarakat yang ada di desa Noongan 3 dan Noongan Raya untuk dapat waspada dengan mencegah demam berdarah dengan tidak membuang sampah sembarangan akan tidak menjadi tempat nyamuk demam berdarah berkembang biak, begitu juga dengan saluran air agar dapat diperhatikan, dan selalu mendengarkan apa yang disampaikan oleh pihak kesehatan, “Pungkas Hukum tua Walean sembari kembali mengucapkan Atas nama Pemerintah Desa Noongan 3 mengucapkan turut berdukacita kepada keluarga yang ditinggalkan semoga Tuhan sumber penghiburan akan memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. (HerieS)

width="120" height="600"/>