BeritaTomohon

Usai Upacara HUT ke-23, Caroll Senduk–Sendy Rumajar Tinjau Langsung Kondisi Siswa Korban Dugaan Keracunan

×

Usai Upacara HUT ke-23, Caroll Senduk–Sendy Rumajar Tinjau Langsung Kondisi Siswa Korban Dugaan Keracunan

Sebarkan artikel ini

Jejakperintis.com – Di tengah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Tomohon, Pemerintah Kota Tomohon menunjukkan respons cepat dan kepedulian terhadap keselamatan warganya.

Usai mengikuti upacara peringatan HUT, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H. bersama Wakil Wali Kota Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), langsung mengunjungi para korban yang diduga mengalami keracunan makanan di sejumlah sekolah di Kota Tomohon.

Kunjungan tersebut dilakukan di RSUD Anugerah Tomohon, salah satu fasilitas kesehatan yang menangani para siswa korban dugaan keracunan.

Selain RSUD Anugerah, korban juga mendapatkan perawatan medis di beberapa rumah sakit lain, yakni RS Gunung Maria, RS Bethesda, serta RS Siloam Sonder, menyesuaikan kondisi kesehatan dan kebutuhan penanganan masing-masing pasien.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota dan rombongan Forkopimda meninjau langsung kondisi para siswa yang tengah menjalani perawatan. Mereka juga berdialog dengan pihak manajemen rumah sakit serta tenaga medis untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan maksimal.

Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan anak-anak merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Tomohon. Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga akan melakukan langkah-langkah lanjutan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Kesehatan dan keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Tomohon. Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan optimal,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tomohon akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk dinas kesehatan dan pihak sekolah, untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan makanan tersebut. Hasil penelusuran ini nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

width="120" height="600"/>