BeritaDaerahMinahasa

Wabup VaSung Tegaskan MBG Harus Dikelola dengan Benar dan Sesuai SOP

Minahasa, jejakperintis.com — Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menghadiri kegiatan Edukasi, Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Minahasa tahun 2026, bertempat di Ruang Kantor Dinas Pendidikan, Tondano, Jumat (13/2/2026).

Dalam arahannya kepada para pengelola dapur MBG, Wakil Bupati menegaskan “pentingnya pengelolaan makanan yang benar-benar bergizi dan sehat ketika memberikan kepada para anak-anak siswa penerima makanan bergizi gratis, keharusan setiap pengelola dalam hal ini dapur MBG, harus benar-benar baik dalam penyajiannya, agar nantinya tidak ada masalah bagi kesehatan anak-anak, maka diharapkan kerja extra dan sesuai dengan SOP. Jika ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP, kami akan menindaklanjuti dengan menghentikan proses yang ada di dapur MBG, “tegas Wabub Vasung.

Usai kegiatan ini, kepada sejumlah wartawan, Wabub VaSung menjelaskan, tentu Saya hadir di tempat ini sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Minahasa sesuai dengan SK Bupati Minahasa dalam kesempatan ini tentu kita menyamakan persepsi dengan bapak-ibu pengelola dapur atau pengelola SPPG dan Kepala-kepala sekolah yang peserta didiknya penerima manfaat.

“intinya bahwa program ini adalah program prioritas nasional yang mendapatkan perhatian yang besar dari Pak Presiden dan harus wajib kita sukseskan juga di Kabupaten Minahasa. Dikatakan program ini sukses kalau memang penerima manfaatnya memang merasakan manfaat dari program bergizi gratis. “Kata VaSung.

Lanjut Dia, jadi intinya bahwa kita melaksanakan kegiatan ini untuk mengingatkan kepada kita semua stakeholder yang menangani program makanan tersebut gratis supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan penerima manfaat yang adalah anak-anak kita sendiri peserta didiknya.

“Nantinya kita akan evaluasi melalui dari pengelolaan dapurnya kemudian identitasnya, sanitasinya kemudian rantai pasok bahan pangan untuk menuju ke dapur kemudian bekerja atau yang menjadi pegawai di dapur mbg dan lain sebagainya, sesuai dengan aturannya karena semua ada aturan jadi dikatakan berhasil kalau penerima merasakan manfaatnya berarti makanannya harus bergizi, puas dengan makanan yang disajikan, “ucapnya.

Menurutnya sesuai dengan visinya juga adalah bahwa ini untuk membangkitkan petani lokal berarti dapur wajib untuk membeli bahan pangan dari petani lokal dan memanfaatkan tenaga kerja lokal.

“Sudah seharusnya pula kita memanfaatkan hasil dari para Petani lokal seperti yang ada di Kabupaten Minahasa, dan juga para tenaga kerja yang mengelola dapur harus 40% adalah dari warga setempat atau warga sekitar, agar dapat menekan pengangguran yang ada, karena programnya seperti itu.

Kami juga sebagai Satgas dan tadi kita semua sepakat intinya begini kalau mereka pengelola dapur menyiapkannya dengan baik kami apresiasi jika tidak memenuhi aturan penyajian maka akan kami tindak.

“Ada baiknya juga makanan yang akan disalurkan ke sekolah, difoto dahulu, dan dikirim ke grub yang ada supaya bisa dikontrol dan diawasi juga, kepada kepala sekolah dan guru-guru bahwa juga punya hak untuk memeriksa makanan, kalau ada hal-hal yang bapak ibu guru rasa ini makanan berbau dan tidak sesuai dengan standar gizi dan lain sebagainya laporkan. Jadi intinya kalau ada yang tidak benar tidak sesuai SOP, dan ada dapur Nakal, maka satgas berhak merekomendasikan untuk ditutup, kemudian atau diperbaiki atau dicabut ijinnya, “pungkas VaSung.

Diketahui kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pangan, Minahasa Maya Kainde, Kepala Dinas Pendidikan Arthur Palilingan dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Olviane Imelda Rattu, serta para peserta yang hadir. (HerieS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *