MINAHASA, jejakperintis.com — Sebagai Tokoh masyarakat desa Waleure dan juga Tokoh Agama Hi. Syahrir Masloman menyampaikan pernyataannya mendukung penuh Calon Hukum Tua Desa Waleure Tatty Pangkey, yang merupakan seorang petahana.
Hal ini disampaikannya saat ditemui media ini, Senin (4/5/26), dikediamannya, “diakui bagi dirinya sejak awal kedatangannya di Langowan, Sosok Taty Pangkey sebagai Hukum Tua Desa Waleure, Taty Pangkey dikenalnya merupakan seorang sosok yang berkualitas, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat peduli terhadap rakyat.
“khususnya ibu Hukum Tua Taty Pangkey, dimata Saya, sejak saya datang disini, ingin saya ceritakan sedikit bahwa Saya melihat dirinya merupakan sosok pemimpin yang sangat baik dimata masyarakat dimana hal ini terlihat kepercayaan yang diberikan masyarakat, hingga kini kita boleh menyaksikan keberlanjutan dirinya sebagai Hukum tua, dimana beliau sudah menjabat sebagai seorang pemimpin desa hingga saat ini, ” Ungkap Hi. Masloman
Dan ternyata juga dia sekarang kembali masuk sebagai calon Hukum Tua desa Waleure, Saya secara pribadi bersama keluarga tentunya sangat mendukung penuh, untuk memilih beliau kembali sebagai Hukum tua desa waleure.
“Wajar Saya mendukung beliau karena dirinya memang masih pantas menjadi seorang pemimpin Hukum tua desa Waleure, Tentu Saya sangat mendukung penuh, karena saya melihat dengan kacamata lahir Saya bahwa insya Allah kedepannya dia masih bisa menjadi sosok pemimpin desa Waleure, walaupun banyak rintangan dan perbedaan dalam menentukan pilihan kita masing-masing, “ujarnya.
Lanjut Dia. Meskipun ada perbedaan, “Saya berharap kita tidak saling mengeluarkan kata-kata yang tidak saling menyinggung, mari menjaga sikap rendah hati.
” Jadi yang dipilih sesuai dengan pilihan masyarakat masing-masing, tentunya kita harus lebih dewasa berdemokrasi karena kita mencari figur pemimpin yang peduli kepada masyarakat yang ada, “ucapnya.
Masloman juga memohon kiranya kepada seluruh teman-teman dan pada umumnya pencinta Ibu Tati supaya dapat kita jaga bersama kedamaian dan saling menjaga toleransi, walaupun ada perbedaan di pemilihan ini, namun kita harus jaga bagaimana supaya sampai pemilihan hukum tua boleh berjalan dengan aman, damai.
Ia juga kembali berpesan bahwa apabila nanti di saat pencoblosan atau saat ini masih dalam tahap-tahap sosialisasi mari tetap rendah hati, dan hindari gesekan-gesekan yang ada, karena demokrasi ini demokrasi yang penuh pemikiran yang luas, demokrasi untuk mencari seorang pemimpin, berbeda pandangan itu biasa, jadi diharapkan mari kita jaga keamanan dan kedamaian bersama-sama TNI Polri, untuk ketertiban kita bersama sampai hari pencoblosan dan selesai pemilihan Hukum tua, “pungkas Wakil Tonaas I LMI tersebut. (HerieS)






