Jejakperintis || PINELENG — Usia 568 tahun bukan sekadar angka bagi Desa Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.
Di balik perjalanan panjang tersebut, tersimpan sejarah, adat, budaya, serta nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi.
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-568 Desa Kali diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Ketua BPMJ GMIM Moria Kali, Pdt. Marlyn Langkun Taniowas, S.Th.
Ditengah-tengah ibadah ada doa bersama secara berantai untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang disampaikan oleh Pastor Paroki Santo Antonius Depadua Kali, Ketua Jemaat GMIM Otniel Kali Selatan dan Ketua BPMJ Moria Kali.
Suasana perayaan berlangsung khidmat sekaligus penuh nuansa kebersamaan yang tercipta masyarakat desa Kali dan Kali Selatan yang menyatu dalam kebersamaan lewat jamuan kasih atau makan bersama.
“Desa kali dan Kali Selatan adalah kampung bersaudara. Saya bersama dengan Kumtua Kali Selatan sejak dilantik beberapa waktu lalu sudah merancang bersama agenda perayaan ini untuk terus merawat kebersamaan masyarakat yang sudah terjalin selama bertahun tahun,” Kata Hukum Tua Desa Kali Jaksen Parengkuan.
Perayaan HUT Desa Kali juga ditandai dengan pemasangan lilin angka 568 oleh Camat Pineleng, Danramil serta Kapolsek, Hukum Tua Desa Kali dan Kali Selatan Altin Pungus.
Bupati Minahasa Robby Dondokambey yang diwakili Camat Pineleng Jonly Wua dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum HUT ke-568 Desa Kali hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan semata.
Peringatan tersebut harus menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan sejarah, menggali kembali jati diri dan warisan leluhur, sekaligus menatap masa depan dengan semangat baru.
“Desa Kali dinilai memiliki kekayaan yang besar, terutama dalam bidang adat dan budaya,” katanya.
Warisan tersebut menjadi modal penting untuk terus dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas desa.
“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan,” ajak Camat Pineleng.
Perbedaan pendapat dalam kehidupan bermasyarakat, menurut pesan tersebut, jangan sampai menjadi alasan untuk memecah belah persaudaraan.
Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan pembangunan yang lebih baik, tambahnya.
Masyarakat bersama pemerintah desa juga didorong untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Kali.
Potensi tersebut merupakan warisan leluhur yang harus dirawat, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari desa. Dari desa pun kita dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi bagi pembangunan,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam momentum HUT tersebut.
Perayaan semakin semarak dengan iringan musik tradisional alorka dan kolintang, menghadirkan atmosfer budaya yang kuat sekaligus memperlihatkan kekayaan seni tradisional masyarakat Desa Kali.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang panas dan disertai angin.
Potensi kebakaran perlu diantisipasi bersama dengan tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan.
HUT ke-568 Desa Kali akhirnya bukan hanya menjadi perayaan usia sebuah desa, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan.
Dari sejarah yang panjang, Desa Kali menatap masa depan. Dari warisan leluhur, lahir inovasi. Dan, dari persatuan masyarakat, diharapkan Desa Kali semakin maju dengan masyarakat yang semakin sejahtera.
Dipenghujung acara ceremonial para tamu disuguhkan dengan tarian maengket tradisional imbasan.(*)






