BeritaManado

1.299 Lulusan Unsrat Diwisuda, Prof Jompa Tekankan Nilai Pancasila dan Semangat Sumpah Pemuda

×

1.299 Lulusan Unsrat Diwisuda, Prof Jompa Tekankan Nilai Pancasila dan Semangat Sumpah Pemuda

Sebarkan artikel ini
1.299 Lulusan Unsrat Diwisuda, Prof Jompa Tekankan Nilai Pancasila dan Semangat Sumpah Pemuda. (Foto: Kolase Dokumentasi Unsrat)

Jejakperintis.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mewisuda sebanyak 1.299 lulusan pada periode wisuda Oktober 2026. Pelaksanaan prosesi wisuda dibagi dalam dua sesi untuk memastikan rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.

Plt Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, menyampaikan bahwa pembagian prosesi menjadi dua sesi merupakan bagian dari upaya universitas memberikan kenyamanan kepada para lulusan maupun keluarga yang hadir.

“Pada periode wisuda ini, Universitas Sam Ratulangi mewisuda 1.299 lulusan, yang pelaksanaannya dibagi dalam dua sesi. Pembagian tersebut merupakan bagian dari upaya kita menyelenggarakan prosesi yang tertib dan khidmat, sehingga setiap lulusan beserta keluarganya dapat menikmati momen berharga ini dengan nyaman,” ujar Plt Rektor Unsrat.

Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan.

Menurutnya, wisuda bukan hanya menjadi momentum perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi pengingat atas proses panjang, ketekunan dan perjuangan yang telah dilalui para lulusan hingga mencapai garis akhir.

“Saudara telah menyelesaikan satu tahap penting dalam perjalanan pendidikan. Hari ini, kita merayakan hasil belajar, ketekunan, dan keberanian Saudara untuk terus berjuang sampai garis akhir,” katanya.

Plt Rektor juga mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan orang-orang yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan. Ia meminta para wisudawan menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, sahabat, dosen dan pihak lain yang telah menemani perjalanan mereka.

“Kelulusan ini juga membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang selama ini percaya pada kemampuan Saudara, bahkan ketika Saudara sendiri merasa ragu,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Plt Rektor Unsrat menyoroti momentum wisuda yang berlangsung pada Oktober. Menurutnya, bulan tersebut memiliki makna kebangsaan yang kuat karena bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda.

Ia mengatakan, kedua momentum tersebut menjadi kesempatan bagi para lulusan untuk kembali merefleksikan tanggung jawab sebagai warga negara yang telah memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Nilai-nilai Pancasila, lanjutnya, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara bekerja, mengambil keputusan, memperlakukan sesama dan menggunakan ilmu pengetahuan.

“Bagi seorang lulusan perguruan tinggi, nilai itu terlihat dalam cara bekerja, mengambil keputusan, memperlakukan sesama, dan menggunakan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Semangat Sumpah Pemuda juga dinilai memiliki keterkaitan erat dengan makna wisuda. Para pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang pada masa lalu mampu menyatukan perbedaan dalam sebuah tujuan bersama.

Semangat tersebut, menurut Plt Rektor, perlu diteruskan oleh generasi muda melalui kerja, kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan para lulusan untuk menjaga persaudaraan yang telah terbangun selama masa studi. Perbedaan pendapat, katanya, harus disikapi dengan kedewasaan serta menjadi bagian dari proses membangun kerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Pesan khusus juga disampaikan kepada para lulusan terkait penggunaan ruang digital. Sebagai insan terdidik, mereka diminta menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Para lulusan diingatkan untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menyampaikan pendapat dengan santun serta menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat memahami persoalan secara lebih jernih.

“Di ruang digital pun, tunjukkan kedewasaan sebagai insan terdidik. Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sampaikan pendapat dengan santun,” tegasnya.

Plt Rektor mengatakan, setelah menyelesaikan pendidikan di Unsrat, para lulusan akan menempuh perjalanan yang berbeda-beda. Sebagian akan melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, membangun usaha maupun kembali ke daerah asal untuk mengabdi.

Namun, ke mana pun mereka melangkah, para lulusan tetap membawa identitas sebagai alumni Universitas Sam Ratulangi.

Ia pun mengingatkan para alumni untuk memegang teguh filosofi Minahasa yang menjadi semangat Unsrat, yakni Si Tou Timou Tumou Tou, manusia hidup untuk memanusiakan manusia.

“Sebagai alumni Universitas Sam Ratulangi, Saudara membawa semangat Si Tou Timou Tumou Tou: manusia hidup untuk memanusiakan manusia. Rawatlah semangat itu melalui kepedulian dan kesediaan membantu orang lain tumbuh,” katanya.

Menutup sambutannya, Plt Rektor Unsrat kembali mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan. Ia berpesan agar keberhasilan tersebut dirayakan dengan rasa syukur, kemudian dilanjutkan dengan langkah baru yang penuh percaya diri, kerendahan hati dan kerja keras.

“Semoga nilai-nilai Pancasila menuntun setiap keputusan Saudara, dan semangat Sumpah Pemuda menguatkan tekad untuk berkarya bagi Indonesia,” pungkasnya.

width="120" height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *