Tomohon

Dekranasda Dorong Batik Tomohon Jadi Identitas Daerah, DPRD Siap Kawal Perda

×

Dekranasda Dorong Batik Tomohon Jadi Identitas Daerah, DPRD Siap Kawal Perda

Sebarkan artikel ini

TOMOHON, JEJAKPERINTIS.COM – Batik Tomohon mulai diarahkan untuk tidak sekadar menjadi produk kerajinan, tetapi berkembang sebagai identitas daerah sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata.

Langkah itu mengemuka saat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tomohon melakukan audiensi dengan DPRD Kota Tomohon di ruang rapat DPRD, Selasa (3/3/2026).

Audiensi dipimpin langsung Ketua Umum Dekranasda Tomohon, Jeand’arc Senduk Karundeng, dan diterima Ketua Komisi III DPRD Tomohon, Maria H. Pijoh, bersama sejumlah anggota Komisi III.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja Dekranasda periode 2020–2025 sekaligus memaparkan arah strategis lima tahun ke depan.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pengembangan Batik Tomohon hingga terbentuk sentra produksi yang mampu menggerakkan pelaku usaha lokal.

Jeand’arc mengatakan, selama lima tahun terakhir Dekranasda telah melakukan pendataan pelaku UMKM dan pengrajin di berbagai bidang, termasuk bambu, batik dan produk kriya lainnya.

Sejumlah pelatihan peningkatan kapasitas serta promosi produk melalui berbagai kegiatan juga telah dilakukan.

Bahkan, lomba desain Batik Tomohon yang digelar bersama PKK disebut menjadi salah satu langkah awal untuk melahirkan motif yang memiliki karakter dan merepresentasikan budaya serta potensi lokal Tomohon.

“Ini menjadi langkah awal membangun ciri khas batik daerah yang merepresentasikan budaya dan potensi lokal,” kata Jeand’arc.

Saat ini, pelatihan membatik juga tengah berlangsung di Michi No Eki Pakewa. Antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi, terutama dari kalangan ibu rumah tangga dan generasi muda yang melihat keterampilan membatik sebagai peluang usaha.

Namun, pengembangan program tersebut masih menghadapi persoalan keterbatasan anggaran.

Karena itu, Dekranasda bersama PKK berencana memperluas pelatihan hingga ke desa-desa. Targetnya bukan berhenti pada pelatihan, tetapi membangun ekosistem produksi.

“Harapannya, ke depan akan terbentuk sentra produksi Batik Tomohon yang mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun menjadi cendera mata khas bagi wisatawan,” ujar Jeand’arc.

Dorong Batik Dipakai ASN dan Pelajar

Dekranasda juga mengusulkan kebijakan penggunaan batik setiap hari Jumat bagi ASN dan pelajar di Kota Tomohon.

Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara memperluas penggunaan produk lokal sekaligus menciptakan pasar yang lebih konsisten bagi para pengrajin.

Bagi Dekranasda, semakin luas penggunaan Batik Tomohon, semakin besar pula peluang pelaku usaha lokal berkembang.

Dukungan terhadap gagasan tersebut datang dari DPRD Kota Tomohon.

Ketua Komisi III DPRD Tomohon, Maria H. Pijoh, bersama anggota Komisi III Syaloom Mokorimbam, Rocky A. Polii dan Veybie Simbar, menyatakan dukungan terhadap pengembangan Batik Tomohon.

Tak hanya mendukung program, DPRD bahkan membuka ruang untuk mendorong regulasi yang dapat menjadi fondasi pengembangan batik daerah.

“DPRD siap mengawal lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Batik Tomohon sebagai payung hukum pengembangan dan pelestarian batik daerah,” tegas Maria.

Menurutnya, pengembangan Batik Tomohon memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar sektor kerajinan.

Batik khas daerah dapat menjadi identitas budaya, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

Dengan adanya produk batik yang memiliki ciri khas, Tomohon juga memiliki peluang menghadirkan cendera mata resmi bagi wisatawan maupun tamu yang datang ke daerah tersebut.

Langkah itu dinilai sejalan dengan visi pembangunan Tomohon sebagai Kota Pariwisata Dunia, dengan ekonomi kreatif dan produk kerajinan lokal sebagai salah satu kekuatan pendukung.

Jika konsisten dikembangkan, Batik Tomohon bukan hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan seremonial, tetapi berpotensi menjadi komoditas ekonomi yang melibatkan pengrajin, pelaku UMKM, desainer, hingga sektor pariwisata.

Dari ruang pelatihan, targetnya kini mulai diarahkan ke sentra produksi. Dan dari produk lokal, Batik Tomohon didorong naik kelas menjadi identitas daerah sekaligus wajah ekonomi kreatif Kota Tomohon.

width="120" height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *