Jejakperintis.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui program revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kesejahteraan guru.
Hal itu disampaikan saat peresmian revitalisasi sekolah se-Sulawesi Utara yang dilaksanakan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertajuk “Wujudkan Sekolah Asri”. Kegiatan tersebut berlangsung di TK Negeri 10 Manado, yang berlokasi di Kota Manado.
“Program revitalisasi ini bukan sekadar membangun fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan mendukung proses pendidikan yang berkualitas,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia mengungkapkan, hingga tahun 2025 pemerintah telah merevitalisasi sebanyak 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal 10.440 sekolah. Bahkan, capaian tersebut telah melampaui pagu awal sebanyak 11.744 satuan pendidikan.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Sesuai arahan Bapak Presiden, kita juga akan menambah sekitar 60.000 satuan pendidikan lagi,” tambahnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan total 71.744 satuan pendidikan akan direvitalisasi di seluruh Indonesia. Khusus di Provinsi Sulawesi Utara, sebanyak 248 satuan pendidikan menjadi sasaran, terdiri dari 247 sekolah revitalisasi dan satu unit sekolah baru.
“Di Sulawesi Utara sendiri, anggaran yang telah dialokasikan mencapai Rp231 miliar. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemerataan kualitas pendidikan di daerah,” jelasnya.
Sementara itu, di Kota Manado, revitalisasi menyasar 18 sekolah atau sekitar 7,3 persen dari total program di Sulawesi Utara.
Selain pembangunan infrastruktur, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya digitalisasi pendidikan. Pada tahun 2025, pemerintah telah mendistribusikan 288.865 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke 38 provinsi di Indonesia.
“Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, membuat proses belajar menjadi lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Di Sulawesi Utara, sebanyak 3.760 unit IFP telah disalurkan ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB. Sementara di Kota Manado, jumlah distribusi mencapai 506 unit atau 13,5 persen dari total provinsi.
“Ke depan, pada tahun 2026 akan ada tambahan sekitar 886.595 unit IFP untuk mempercepat transformasi digital pendidikan secara nasional,” kuncinya.












