Manado

Prof. Steenie Wallah Resmi Jadi Guru Besar Unsrat, Angkat Inovasi Beton Geopolimer

×

Prof. Steenie Wallah Resmi Jadi Guru Besar Unsrat, Angkat Inovasi Beton Geopolimer

Sebarkan artikel ini

Jejakperintis.com — Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas Sam Ratulangi menjadi semakin istimewa dengan pengukuhan Guru Besar salah satu akademisi terbaiknya. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Unsrat, Prof. Ir. Steenie Edward Wallah, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Auditorium Prof. Sumitro Djojohadikusumo, Kamis (7/5/2026).

Prosesi akademik yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie. Pengukuhan Prof. Steenie Wallah sebagai Profesor didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1629/M/KPT.KP/2026 yang berlaku sejak 1 Januari 2026.

Dalam orasi ilmiahnya di hadapan Sidang Senat Terbuka, Prof. Steenie memaparkan hasil riset dan pengembangannya di bidang Teknologi Material Beton melalui inovasi “Beton Geopolimer”. Teknologi tersebut disebut sebagai salah satu solusi konstruksi masa depan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan beton konvensional.

“Beton geopolimer adalah alternatif konstruksi berkelanjutan yang memanfaatkan limbah kaya silika dan alumina. Material ini mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan, tahan terhadap lingkungan agresif, serta memiliki kekuatan mekanik yang sangat tinggi,” ujar Prof. Steenie dalam pemaparannya.

Menurutnya, pengembangan beton geopolimer sangat relevan dengan kebutuhan dunia saat ini yang mulai beralih pada konsep pembangunan berkelanjutan dan industri hijau. Inovasi tersebut dinilai mampu menjawab tantangan sektor konstruksi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar.

Tak hanya itu, Prof. Steenie juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam di Sulawesi Utara untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut. Ketersediaan material lokal seperti abu vulkanik, karsa, dan kaolin diyakini dapat menjadi fondasi kuat bagi lahirnya industri konstruksi hijau berbasis potensi daerah.

Pengukuhan Guru Besar ini pun menjadi simbol kemajuan akademik di lingkungan Unsrat sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari keluarga, kolega, serta jajaran civitas akademika Unsrat. Momen tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Hardiknas 2026 di Unsrat dengan harapan lahirnya semakin banyak inovasi pendidikan dan teknologi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

width="120" height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *