WALEWANGKO, JEJAKPERINTIS.com – Pemerintah Desa Walewangko, Kecamatan Langowan Barat, menggelar Rembuk Stunting dalam rangka upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di desa, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Langowan Barat Donald Lumingkewas dan dipimpin langsung oleh Hukum Tua Walewangko, Rovi Kumolontang.
Rembuk Stunting ini menghadirkan berbagai unsur terkait, mulai dari Pimpinan BPD Walewangko, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, Pendamping Desa, Kader Kesehatan, Ketua TP-PKK, bidan desa, hingga perwakilan dari UPT Puskesmas.
Dalam sambutannya, Hukum Tua Rovi Kumolontang menyampaikan bahwa Rembuk Stunting menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi dan komitmen bersama dalam menangani permasalahan stunting yang menjadi prioritas nasional.
“Melalui Rembuk Stunting ini, kita membahas bersama kondisi kesehatan balita dan ibu hamil di desa kita, serta merumuskan langkah-langkah konkret pencegahan. Ini bukan hanya tugas kader kesehatan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Rovi.
Terkait dengan rembuk stunting ini membahas dan memaparkan data kesehatan desa, faktor penyebab stunting, serta pentingnya pemenuhan gizi, sanitasi, dan pola asuh yang baik pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Adapun hasil dari rembuk tersebut menyepakati beberapa poin penting, antara lain penguatan Posyandu rutin, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, edukasi kesehatan remaja putri, serta pengalokasian Dana Desa untuk program pencegahan stunting.
Dengan adanya Rembuk Stunting ini, Pemdes Walewangko berharap angka stunting dapat ditekan dan terwujud generasi desa yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pimpinan BPD Walewangko, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, Pendamping Desa, dan para Kader Kesehatan.(HerieS)












