BeritaEkonomi dan BisnisFeatured

Dorong Kemandirian Finansial Generasi Muda, Politeknik Negeri Manado Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Investasi Aman

×

Dorong Kemandirian Finansial Generasi Muda, Politeknik Negeri Manado Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Investasi Aman

Sebarkan artikel ini

Jejakperintis.com – MANADO – Peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kemandirian finansial generasi muda. Kesadaran mengelola pemasukan, mengendalikan pengeluaran hingga memilih produk keuangan yang aman dinilai perlu diperkuat di tengah semakin pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Hal tersebut menjadi fokus kegiatan “Peningkatan Literasi Keuangan Personal Bagi Pemuda di Kelurahan Titiwungen Selatan” yang digelar Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Manado bersama Pegadaian, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di The Gade Coffee & Gold Pegadaian Manado tersebut menyasar pemuda Kelurahan Titiwungen Selatan. Edukasi diberikan untuk membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan personal sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko dalam memilih produk keuangan.

Ketua Pengabdian Masyarakat, Theofani Masengi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk membangun pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan secara terencana.

“Pemahaman yang baik mengenai pengelolaan uang menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda dalam membangun kemandirian finansial dan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak,” ungkap Theofani.

Pemerintah Kelurahan Dukung Penguatan Kapasitas Pemuda

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Kelurahan Titiwungen Selatan. Lurah Allen Fabiano Ngantung, SH, yang hadir dalam kegiatan, menilai edukasi literasi keuangan relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Menurutnya, perkembangan produk dan layanan keuangan yang semakin beragam membuat masyarakat, khususnya pemuda, perlu memiliki pengetahuan yang memadai sebelum mengambil keputusan finansial.

“Khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan perkembangan produk keuangan yang semakin beragam,” kata Allen.

Materi edukasi disampaikan oleh Dominikus Andreo Maryadi, M.Ak., selaku dosen pembimbing, bersama Fahrul Bakary dari Pegadaian.

Maryadi mengingatkan peserta agar tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap pinjaman online ilegal serta berbagai bentuk layanan keuangan yang tidak memiliki legalitas jelas.

“Generasi muda tidak hanya dituntut mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk membedakan produk keuangan resmi dengan layanan yang berisiko,” jelas Maryadi.

Waspadai Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanan finansial. Namun, kemudahan tersebut juga dapat menjadi celah munculnya berbagai risiko apabila tidak diikuti pemahaman dan kehati-hatian.

Peserta kemudian diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali investasi bodong, pinjaman online atau pinjol ilegal, serta perilaku konsumtif yang dapat mengganggu kondisi keuangan.

Salah satu fenomena yang turut dibahas adalah Fear of Missing Out (FOMO) atau dorongan untuk mengikuti tren karena khawatir tertinggal dari lingkungan sosial.

FOMO dapat mendorong seseorang mengambil keputusan keuangan secara impulsif, terutama ketika mengikuti gaya hidup atau membeli sesuatu tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Karena itu, generasi muda didorong membangun kebiasaan mengatur keuangan berdasarkan kebutuhan, kemampuan serta tujuan jangka panjang.

Kenalkan Produk Pembiayaan dan Investasi Syariah

Selain membahas pengelolaan keuangan personal, kegiatan tersebut juga memberikan pengenalan mengenai sejumlah produk pembiayaan dan investasi syariah dari Pegadaian.

Materi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pilihan produk keuangan yang tersedia sekaligus membantu mereka memahami prinsip penggunaan produk keuangan secara aman dan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, sambutan dari pihak Pegadaian disampaikan Erwin, selaku Kepala Departemen Area Manado 1.

Keterlibatan Pegadaian menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia pendidikan, lembaga keuangan dan masyarakat dalam memperkuat literasi finansial generasi muda.

Pemahaman Peserta Diukur Lewat Pre-Test dan Post-Test

Kegiatan tersebut juga dirancang dengan metode evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.

Acara diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai literasi keuangan. Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi mengenai pengelolaan keuangan personal, investasi yang aman serta pengenalan produk pembiayaan dan investasi syariah.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan ditutup dengan post-test. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta setelah mendapatkan edukasi.

Melalui kegiatan ini, P3M Politeknik Negeri Manado berharap pemuda Kelurahan Titiwungen Selatan tidak hanya memahami konsep literasi keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kemandirian finansial pada akhirnya tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pendapatan yang dimiliki. Kemampuan mengatur pemasukan, merencanakan pengeluaran, menyiapkan tujuan keuangan dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun kondisi finansial yang sehat.

Edukasi literasi keuangan seperti ini dinilai semakin penting agar generasi muda mampu menghadapi perkembangan ekonomi digital dengan lebih kritis, tidak mudah terjebak pada tawaran keuangan berisiko, serta memiliki kemampuan menentukan pilihan finansial yang aman, terencana dan sesuai kebutuhan.

width="120" height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *